JAKARTA – Kementerian Transmigrasi resmi membuka pendaftaran bagi lulusan D4 hingga S3 untuk bergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026. Sebanyak 1.458 orang akan direkrut untuk ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia guna mendorong pengentasan kemiskinan.
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyatakan bahwa program ini terbuka bagi lulusan dari seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Indonesia. Meski tidak ada batasan usia, pemerintah memprioritaskan kandidat berusia muda yang memiliki kondisi kesehatan prima.
“Kuotanya sebanyak 1.458 orang yang nantinya akan diterjunkan di 53 kawasan transmigrasi,” ujar Iftitah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Misi utama tim ini adalah memberikan pendampingan dan pengabdian masyarakat selama satu tahun. Ruang lingkup kegiatannya meliputi riset, mengajar di sekolah, hingga pendampingan sektor pertanian bagi warga di kawasan transmigrasi.
Dari total lokasi penempatan, sebanyak 45 kawasan merupakan prioritas nasional, sementara 10 titik lainnya difokuskan di wilayah Papua. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil studi kelayakan (*feasibility study*) yang telah memetakan potensi ekonomi di tiap wilayah.
Pemerintah berharap kehadiran para lulusan kampus dapat mengubah persepsi negatif mengenai transmigrasi. Iftitah menegaskan bahwa transmigrasi memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah dan menghapus kemiskinan, seperti yang terlihat pada keberhasilan pengembangan kawasan Samboja di Kalimantan Timur.
Pendaftaran program Ekspedisi Patriot 2026 dibuka mulai 1 hingga 25 Mei 2026 melalui situs resmi tep.transmigrasi.go.id. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah dimulai sejak 2025, di mana saat itu pemerintah memberangkatkan 2.000 peserta ke 154 kawasan transmigrasi.

