Sumbawa – Warga Desa Maman, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, kini memiliki akses baru terhadap air bersih setelah BSI Maslahat bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) meresmikan wakaf sumur bor pada Rabu (29/4). Peresmian itu juga dibarengi penyaluran santunan bagi 100 warga dhuafa di sekitar lokasi sumur.
Fasilitas ini menjadi jawaban atas persoalan yang sudah lama membayangi sekitar 300 kepala keluarga di desa tersebut. Setiap musim kemarau, bahkan hingga lebih dari enam bulan, mereka harus menghadapi sumur-sumur yang mengering dan aliran sungai yang menyusut drastis.
Akibat kondisi itu, kebutuhan dasar seperti air minum, memasak, mandi, dan mencuci kerap menjadi beban harian. Situasi makin sulit karena sumber air bersih di wilayah itu belum terlayani jaringan PDAM.
Meski Bendungan Batu Bulan berada hanya sekitar 650 meter dari desa, airnya belum bisa dipakai untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Air bendungan sejauh ini hanya dimanfaatkan untuk irigasi pertanian.
Di tengah keterbatasan tersebut, sebagian warga terpaksa membeli air bersih. Beban itu terasa lebih berat karena mayoritas penduduk Desa Maman bekerja sebagai petani dan peternak dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Melihat kebutuhan mendesak itu, BSI Maslahat, BSI, dan Rumah Wakaf Indonesia menggagas pembangunan wakaf sumur bor di atas tanah wakaf. Pekerjaan sumur rampung dalam waktu empat minggu dan selesai sejak Desember 2025.
Sumur bor itu memiliki kedalaman 60 meter. Fasilitasnya dilengkapi toren berkapasitas 1.500 liter, pipa berdiameter 4 inci, serta empat titik keran yang kini dapat digunakan warga.
Branch Manager BSI KCP Sumbawa, Salahuddin Al Ayyubi, mengatakan fasilitas tersebut merupakan hasil kebaikan para nasabah BSI yang menyalurkan wakaf melalui BSI Maslahat. Ia berharap sumur itu bisa memberi kemudahan nyata bagi masyarakat Desa Maman.
“Sumur yang kita resmikan hari ini adalah buah dari kedermawanan para nasabah BSI yang menyalurkan wakafnya melalui BSI Maslahat. Kami berharap fasilitas ini dapat memudahkan masyarakat Desa Maman dalam mengakses air bersih tanpa rasa khawatir. Kami titipkan fasilitas ini agar dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat terus mengalir sebagai amal jariyah bagi para wakif,” ujarnya.
Ratna Dewi, selaku wakif lahan sekaligus penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya sumur bor tersebut. Ia mengaku beban warga saat musim kemarau kini berkurang.
“Terima kasih atas pembangunan sumur bor di desa kami. Kehadiran sumur ini benar-benar menghilangkan kekhawatiran kami setiap kali musim kemarau datang. Sekarang kami tidak perlu lagi takut kesulitan air bersih,” tuturnya.

