Jakarta – Pemerintah memitigasi dampak penutupan wilayah udara Timur Tengah terhadap jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran, dengan membentuk tiga tim siaga di bandara.
Staf teknis KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyatakan, "KUH (Kantor Urusan Haji) telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji." Langkah ini, lanjutnya, bertujuan memastikan pendampingan dan koordinasi optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan.
Komentar

