Jakarta – Sudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur menargetkan lima hari untuk mengatasi lonjakan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
Proses pengangkutan sampah melibatkan 13 dump truck, 10 tronton, dan dua shovel loader untuk mempercepat pemindahan sampah.
Julius dari Sudin LH menjelaskan, pengangkutan sampah ini sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2013 dan Pergub Nomor 102 Tahun 2021, yang mewajibkan kawasan komersial, termasuk pasar, mengelola sampah mandiri.
“Termasuk pasar, memiliki kewajiban untuk mengelola sampah secara mandiri, baik melalui pengelolaan internal maupun kerja sama dengan pihak ketiga,” ucap Julius.
Saat ini, Sudin LH Jakarta Timur memberikan bantuan karena Pasar Induk Kramat Jati adalah fasilitas publik strategis.
Namun, Julius menegaskan, Perumda Pasar Jaya tetap wajib mengelola sampah secara mandiri sesuai aturan.
Sebelumnya, pengelola Pasar Induk Kramat Jati menyatakan penumpukan sampah disebabkan keterbatasan armada.
“Kondisi yang terjadi sekarang ini memang idealnya dari 120 ton sampah yang ada, kita butuh setiap harinya itu 12 sampai dengan 15 armada. Namun demikian, maksimal yang bisa dilakukan oleh Sudin LH itu hanya sekitar delapan armada,” kata Agus Lamun, Manager Pasar Induk Kramat Jati.

