Lumajang – Gunung Semeru mengalami tiga erupsi dalam rentang waktu tiga jam pada Rabu pagi, 4 Februari 2026. Erupsi keenam tercatat pada pukul 07.46 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 400 meter di atas puncak. Erupsi ketujuh terjadi pada pukul 08.02 WIB, namun visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut.
Liswanto dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan bahwa Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. "Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ucap Liswanto.
Liswanto menambahkan, "Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan."

