Bogor – Kapolres Bogor Wikha Ardilestanto membantah kabar ledakan di area tambang emas PT Antam UPBE Pongkor, Kecamatan Nanggung.
Wikha menyatakan, pihaknya menerima paparan langsung dari pimpinan PT Antam Pongkor. Berdasarkan penjelasan tersebut, tidak ditemukan adanya ledakan di kawasan pertambangan.
"Tadi sudah dijelaskan secara teknis oleh pimpinan PT Antam. Penjelasannya sangat rinci dan beliau menegaskan bahwa berita yang beredar terkait ledakan itu tidak benar. Tidak ada ledakan di area pertambangan Pongkor," ujar Wikha.
Wikha mengungkapkan, peristiwa yang terjadi adalah munculnya kepulan asap di lubang tambang blok cepu pada Selasa dini hari. "Kemudian langsung dilakukan penanganan dengan cepat," jelasnya.
Pihak PT Antam mengevakuasi seluruh pekerja. Hasil pengecekan, tidak ada pekerja PT Antam yang menjadi korban maupun terjebak di dalam lubang.
"Tidak ada sama sekali dari pekerja Antam yang dikabarkan menjadi korban. Jadi berita yang beredar yang menyebutkan ada 700 korban terjebak itu dipastikan oleh pihak PT Antam tidak ada," jelasnya.
Polisi masih menyelidiki penyebab munculnya kepulan asap dan menelusuri sumbernya. "Titik munculnya asap itu dari mana, masih ditelusuri oleh tim dari Antam sendiri," ujarnya.
Peristiwa munculnya asap yang diduga beracun ini terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
Tim dari Antam belum bisa masuk ke titik lokasi munculnya asap karena kadar karbon monoksida (CO) di dalam area tambang masih tinggi.
"Dari Antam sendiri belum bisa masuk ke dalam titik lokasinya. Tadi sudah disampaikan bahwa kadar karbon monoksidanya masih belum memungkinkan tim untuk masuk ke dalam lokasi," jelasnya.

