[Bogor] – Meriyati Hoegeng, ibunda Kapolri Listyo Sigit Prabowo, menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan intensif akibat penurunan kesehatan. Aditya menjelaskan, perawatan pertama dilakukan pada pertengahan Oktober 2025 selama sepekan.
"Jadi, satu minggu pertama itu di pertengahan Oktober, lalu sudah dinyatakan boleh pulang, tapi dua hari di rumah ibu sudah tidak mau makan, jadi kita kesulitan," ucap Aditya.
Keluarga kembali membawa Meriyati ke rumah sakit untuk perawatan kedua sejak 26 Januari 2026 hingga wafatnya, karena kondisinya terus menurun. "Jadi, akhirnya kita bawa lagi ibu ke rumah sakit untuk yang kedua kalinya dari tanggal 26 sampai hari ini kondisinya terus menurun," kata Aditya.
Aditya menyatakan, jenazah akan dimakamkan di TPBU Giri Tama Tonjong, Kabupaten Bogor, berdekatan dengan makam Hoegeng Iman Santoso, sesuai wasiat almarhum.
Alasan Hoegeng menolak dimakamkan di makam pahlawan adalah, "kalau saya di makam pahlawan, ibumu tidak bisa ada di sebelah saya, karena jatahnya kan cuma untuk almarhum," kata Aditya.
"Atas wasiat dan permintaan orang tua kami, ibu akan dimakamkan di Tonjong," tandas Aditya.

