[Jakarta] – Komaruddin menyampaikan klarifikasi di DPR dengan tujuan memberikan dukungan kepada guru dan mencari solusi terbaik, bukan menciptakan dikotomi.
"Saya memohon maaf setulus-tulusnya jika dalam penjelasan saya ada yang kurang berkenan, tidak ada maksud sama sekali untuk menyinggung para guru. Saya sangat menghormati guru dan terus menerus memperjuangkan nasib dan kesejahteraan mereka," kata Komaruddin Amin.
Komaruddin menjelaskan bahwa kompleksitas masalah guru swasta terkait rekrutmen guru agama dan madrasah swasta berdampak pada upaya afirmasi Kementerian Agama.
Selama ini, banyak guru agama di sekolah diangkat oleh yayasan, pemerintah daerah, sekolah kedinasan dari K/L lain, dan kepala sekolah.
"Koordinasi sejak awal dalam proses pengangkatan guru di madrasah swasta dan guru agama di sekolah, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, dengan Kementerian Agama itu sangat penting. Sebab, itu akan memudahkan pendataan, tata kelola, dan afirmasi," tegasnya.

