Aceh – Perbaikan jembatan yang rusak akibat banjir beberapa bulan lalu terus dilakukan di sejumlah daerah. Keberadaan jembatan menjadi penting untuk menghubungkan akses antar daerah.
Beberapa titik dilaporkan telah rampung 100 persen, sementara titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan terus dikebut agar segera berfungsi.
Pembangunan jembatan Bailey di beberapa wilayah telah selesai dan langsung dimanfaatkan masyarakat. Jembatan PLTA Angkup, Kabupaten Aceh Tengah, misalnya, kini telah rampung 100 persen.
Jembatan bercat merah putih tersebut berdiri kokoh melintasi sungai dan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kembali berjalan normal.
Hal serupa terlihat pada Jembatan Bailey Bener Pepanyi, Kabupaten Bener Meriah, yang juga telah selesai sepenuhnya. Meski masih terdapat alat berat di sisi jembatan, pekerjaan utama telah tuntas. Sejumlah kendaraan, termasuk truk, sudah terlihat melintas, menandakan jembatan siap menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Sementara itu, pembangunan jembatan Bailey di ruas jalan menuju Bandara Rembele, Bener Meriah, masih terus berlanjut. Rangka jembatan telah terpasang dengan kuat, dan saat ini personel TNI tengah menyelesaikan pemasangan baja pelapis lantai jembatan. Alat berat masih dilibatkan untuk mempercepat proses pemasangan material agar jembatan segera dapat digunakan.
Progres serupa juga berlangsung di Jembatan Bailey Matang Serdang, Kabupaten Aceh Tamiang. Di lokasi ini, alat berat dikerahkan untuk mengangkut rangkaian baja, sementara personel TNI secara bertahap memasang dinding pembatas dan lantai jembatan.

