Jakarta – Kualitas udara Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026, berada dalam kategori tidak sehat, menurut data dari IQAir. Meskipun hujan telah mengguyur selama beberapa minggu terakhir, Jakarta menduduki peringkat ke-10 sebagai kota dengan kualitas udara dan polusi terburuk di dunia.
Indeks Kualitas Udara (AQI) menunjukkan angka 127 pada pukul 05.32 WIB, dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 40 mikrogram per meter kubik. Tingkat ini dapat merugikan manusia dan hewan sensitif, serta berpotensi merusak tumbuhan dan nilai estetika.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kategori "baik" memiliki rentang PM2,5 sebesar 0-50, tidak memberikan efek kesehatan negatif. Kategori "sedang" (PM2,5 51-100) tidak mempengaruhi kesehatan manusia atau hewan, tetapi dapat mempengaruhi tumbuhan sensitif dan nilai estetika. Kategori "sangat tidak sehat" (PM2,5 200-299) dapat merugikan kesehatan sejumlah populasi yang terpapar, sementara kategori "berbahaya" (PM2,5 300-500) secara umum dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.
Kota-kota lain dengan kualitas udara terburuk termasuk Delhi (India) dengan angka 340, Krasnoyarsk (Rusia) dengan 231, Lahore (Pakistan) dengan 191, Hangzhou (China) dengan 165, dan Chengdu (China) dengan 163. Jakarta memiliki sistem pemantauan kualitas udara terintegrasi dan terluas di Indonesia, dengan 111 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) aktif di seluruh wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca berawan tebal dengan potensi hujan ringan hingga disertai petir di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada hari Rabu.
BMKG melaporkan bahwa pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diprakirakan didominasi cuaca berawan tebal. Memasuki siang hari, hujan ringan diprediksi turun di sebagian besar wilayah Jakarta.
Pada malam hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, sementara Jakarta Barat diprakirakan mengalami hujan disertai petir. Jakarta Pusat dan Jakarta Utara diperkirakan berawan pada malam hari. Untuk wilayah Kepulauan Seribu, hujan ringan diprakirakan turun pada pagi dan malam hari, dengan kondisi berawan tebal pada siang hari.
Wilayah penyangga Jakarta seperti Bekasi dan Depok diprakirakan berawan pada pagi hingga siang hari, kemudian hujan ringan berpotensi terjadi pada malam hari. Di Kota Bogor, hujan disertai petir diprakirakan terjadi pada siang hari, sebelum berlanjut hujan ringan pada malam hari. Di Tangerang, cuaca berawan tebal diprediksi terjadi pada pagi hari, hujan ringan pada siang hari, dan hujan disertai petir berpotensi terjadi pada malam hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan petir pada sore hingga malam hari.

