Jakarta – Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 bertransformasi menjadi lebih dari sekadar pameran otomotif. Ajang tahunan di JIExpo Kemayoran ini kini menjadi destinasi wisata alternatif yang menawarkan rekreasi sekaligus edukasi ramah lingkungan.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, melihat potensi besar IIMS sebagai sarana pembelajaran publik mengenai perkembangan teknologi transportasi masa depan. Menurutnya, IIMS menyajikan atmosfer berbeda dibandingkan pameran otomotif konvensional. Pengunjung tidak hanya melihat mobil dan motor terbaru, tetapi juga diajak menyelami inovasi canggih.
"IIMS ini bisa jadi pilihan untuk berekreasi rekreasi keluarga sambil lihat-lihat mobil-mobil yang canggih-canggih saat ini," kata Rany.
Penyelenggaraan IIMS tahun ini dinilai berhasil memberikan pengalaman imersif bagi pengunjung. Dengan menghadirkan terobosan teknologi kendaraan terkini, pameran ini membuka wawasan masyarakat tentang kemajuan industri otomotif, baik di kancah nasional maupun global. Rany menekankan pentingnya ruang interaksi langsung agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga memahami nilai tambah dan dampak dari teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.
"Edukasi yang dikemas dalam balutan rekreasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi otomotif masyarakat secara signifikan," ujar Rany.
Salah satu sorotan utama IIMS 2026 adalah dominasi tren kendaraan listrik. Rany mengapresiasi fenomena ini, karena kehadiran berbagai varian kendaraan listrik (EV) menunjukkan komitmen serius dari pelaku industri untuk mendukung transisi energi hijau. Pameran ini menjadi etalase masa depan transportasi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.
"Sekarang terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk mobil listrik karena memang kita terus berusaha untuk bisa menciptakan suasana yang lebih baik dari sisi udara," ucap Rany.
Lonjakan jumlah model kendaraan listrik yang dipamerkan tahun ini bukan hanya sekadar tren bisnis, melainkan respons nyata terhadap isu lingkungan yang kian mendesak. Rany menegaskan, perjuangan untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta dan kota-kota besar lainnya memerlukan orkestrasi dari berbagai sektor. Tidak cukup hanya dengan regulasi pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari sektor swasta melalui penyediaan produk rendah emisi, serta kesadaran masyarakat untuk beralih ke moda transportasi yang lebih hijau.
"Kehadiran IIMS menjadi momentum strategis untuk mempertemukan ketiga elemen tersebut dalam satu forum yang produktif," terang Rany.
Rany berharap masyarakat semakin terbuka wawasannya untuk menjadikan kendaraan listrik sebagai pilihan utama moda transportasi harian. Transisi ini dinilai krusial untuk mengurangi beban polusi udara yang selama ini menjadi momok bagi kesehatan warga ibu kota. Melalui pameran berskala internasional seperti IIMS, masyarakat diberikan kesempatan langka untuk melihat, menyentuh, dan mencoba langsung inovasi teknologi otomotif yang dirancang untuk mendukung mobilitas berkelanjutan.
"Mudah-mudahan mobil-mobil ini bisa menjadi pilihan yang lebih baik supaya mengurangi emisi, dan polusi," kata Rany.
Harapan ini sejalan dengan visi besar pemerintah untuk mencapai target netralitas karbon di masa mendatang. Dengan edukasi yang tepat dan akses yang lebih mudah terhadap informasi teknologi hijau, IIMS 2026 diharapkan dapat menjadi katalisator perubahan gaya hidup masyarakat menuju transportasi yang lebih cerdas dan ramah lingkungan.

